Masyarakat Tidak Komitmen, NTT Berisiko terserang COVID-19

OPINI : Kurangnya Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Komitmen Masyarakat, NTT berisiko terserang COVID-19.



Untuk mengantisipasi COVID-19, pemerintah NTT maupun beberapa pemimpin kampus yang ada hinngga saat ini sudah menghimbau untuk membatasi perkumpulan massa atau kelompok dengan tujuan untuk meminimalisir kontak antar individu. Beberapa pihak kampus sudah  membuat surat edaran untuk meliburkan kampus (belajar dari rumah) guna untuk membatasi kontak antar individu. Akan tetapi kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk berkumpul bersama teman-teman dan bermain bersama di luar (tidak menggunakan waktu tersebut untuk belajar di rumah masing-masing), sebgai contoh: masih banyak perkumpulan massa di beberapa taman di kota Kupang. Seperti perkumpulan sekelompok anak muda di Bundaran PU,  dan tempat-tempat lainnya.  Jelas hal ini akan membuat kontak antar individu terjadi dan jika ada yang sudah terkena virus corona tapi belum menunjukan tanda dan gejala secara tidak sadar akan menularkan dari orang ke orang maupun dari benda yang terkontaminasi ke orang. Dari hal itu sudah jelas bahwa belum ada komitmen dari masyarakat dalam mengantisipasi COVID-19 di NTT, belum ada kerja sama pada masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19. 
Sampai saat ini b elum ada kebijakan dari pemerintah untuk menutup pelayaran dari kota ke daerah-daerah kecil,  hal ini juga akan berdampak  pada penularan COVID-19 sampai ke daerah-daerah kecil (pulau kecil) yang ada di NTT. Jika COVID-19 sudah masuk ke daerah atau pulau-pulau kecil maka akan sangat sulit untuk di cegah, mengingat di pulau-pulau kecil yang ada sangat sulit untuk mengakses fasiltas pelayanan kesehatan dan ditambah lagi pengetahuan mereka mengenai COVID-19 juga masih kurang. Fasilitas kesehatan di kota saja masih kurang, apalagi fasilitas di kampung atau daerah kecil.

Oleh : Replimartus Radja Kodo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Kesehatan Masyarakat - FKM UNDANA

MENANGISLAH

Download Makalah DBD