Keterbatasan Air Bersih Di Sumba Tengah Berdampak Pada Ancaman Gangguan Kesehatan Masyarakat

Keterbatasan Air Bersih Di Sumba Tengah Berdampak Pada Ancaman Gangguan Kesehatan Masyarakat





Sejak pemekaran Kabupaten Sumba Tengah  dari Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2007, untuk kasus akses terhadap keterbatasan air bersih dari tahun 2011 – 2015 belum mencapai target 100%, sesuai dengan yang di targetkan oleh Dinas kesehatan pada tahun 2015. Bahkan pada tahun 2015 kabupaten Sumba Tengah hanya mencapai 20 % dan merupakan capaian paling rendah di Provinsi NTT.  Hal ini dapat di lihat dari data Profil Kesehatan NTT.
Melihat kasus ini pemerintah Sumba Tengah melaksanakan program untuk menekan akses terhadap keterbatasan air bersih yaitu program (Pamsimas) Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Program ini dijalankan oleh Pamsimas Distrik Sumba Tengah yang merupakan salah satu dari program pemerintah Indonesia. Program ini di laksanakan di wilayah pedesaan dan pinggiran kota, bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada masyarakat kurang terlayani juga di khususkan kepada masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan, hal ini di lakukan untuk meningkatkan akses air minum yang layak.
Seiring berjalannya program, hingga saat ini belum menunjukkan hasil kebutuhan air bersih masyarakat, bahkan ada 10 desa yang perlu di benahi ulang oleh Pansimas karena bak dan pipa air tidak berfungsi lagi.
Hal ini harus menjadi perhatian bagi PEMDA kabupaten Sumba Tengah sekarang, agar lebih  memprioritaskan kesehatan masyarakat dari pada menangani dampak penyakit yang di akibatkan karena kekurangan air bersih, dengan menjalankan program lanjutan seperti melakukan intervensi dan evaluasi terhadap program yang di anggap tidak berhasil. Pemerintah juga di harapkan mampu berpartisipasi dengan masyarakat dalam program tersebut agar dapat meminimalisir kekurangan air bersih yang merupakan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat di wilayah kabupaten Sumba Tengah.



OPINI : Masalah Kesehatan Di Kabupaten Sumba Tengah
PENULIS : Abrian Thomas, Juviter Premanjani, Lusia Hunggu Humba, Nartiani R. Sori Duda, Oskariana H. Lado.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Kesehatan Masyarakat - FKM UNDANA

MENANGISLAH

Download Makalah DBD